Chose Your Language

English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Maaf Maaf

maaf untuk sementara funoverdriven sedang maintenance,dan perbaikan-perbaikan, setelah beberapa tahun tidak eksis

Wednesday, 1 February 2012

Sosiologi Sastra : Pelopor Teori Sosial Sastra


Pelopor Teori Sosial Sastra
Orang pertama yang mengemukakan teori “Sosial Sastra” adalah Plato, dia menyebutkan segala yang ada didunia ini sebenarnya hanya tiruan dari kenyataan tertinggi yang berada didunia gagasan. Dengan kata lain Plato menyatakan bahwa puisi membawa manusia semakin auh dari kenyataan tertinggi.
Johann Gottfried Von Herder adalah kritikus pertama yang menyusun teori tentang pentingnya faktor geografis terhadap sastra.Gagasannya yang penting adalah penolakannya terhadap pandangan Kant tentang rasa keindahan.Kant beranggapan bahwa rasa keindahan hanya dapat oleh suatu penilaian murni yang tanpa pamrih, sebaliknya Herder beranggapan bahwa
setiap karya sastra berakar pada suatu lingkungan sosial dan geografis tertentu.Dalam beberapa tulisannya Herder menggunakan sejarah sebagai acuan untuk menganalisis sastra.
            Madamede stael berpendapat bahwa bentuk novel hanya bisa berkembang di dalam masyarakat yang memberikan status cukup tinggi kepada wanita,dan yang menaruh perhatian besar terhadap kehidupan pribadi.
            Seiring perkembangan zaman pendekatan sosiologis terhadap sastra terbagi menjadi dua jalur utama :
1.                  Pandangan Positivism.
Pandangan ini menyatakan bahwa tak ada ukuran mutlak dalam penilaian sastra.
2.                  Pandangan  menolak sikap empiris.
Dalam pandangan ini sastra bukanlah sekedar pencerminan masyarakat, sastra merupakan usaha manusia untuk menemukan makna dunia yang semakin kosong dari nilai-nilai sebagai adanya pembagian kerja.
            Hippolyte Taine adalah orang yang dianggap sebagai peletak dasar-dasar mazhab genetic dalam kritik sastra.Ia juga pemuka aliran naturalism Perancis. Bagi Taine, sastra merupakan rekaman tata cara zamannya, suatu perwujudan macam pemikiran tertentu. Dia berpendapat sastra hanya bisa dianggap sebagai dokumen apabila ia merupakan monument. Hanya pujangga yang sungguh-sungguh besar saja yang mampu “menggambarkan” zaman sepenuhnya.Taine ternyata lebih lebih tertarik membicarakan konsep ketiga, yakni lingkungan.Oleh karena itu, Taine disebut-sebut sebagai bapak kritik sastra genetis.Bagian tulisan Taine yang paling berharga untuk perkembangan sosiologi sastra adalah pandangan terhadap masyarakat pembaca.Taine telah memilih hanya karya-karya utama saja sebagai bahan analisisnya.

0 comments:

Post a Comment